kreasiKita
Minggu, 17 September 2017
tutorial Origami Kupu-Kupu
Tutorial membuat origami BUNGA
Rabu, 13 September 2017
puisi DALAM DOA
puisi
Selasa, 12 September 2017
Abu Nawas
Salam "Otaku" !!! 🙋🙋
Kmbali lgi dgn saya brayy 😀😀
👌 Oke! Kita lnjut lgi ngulik Abu Nawas nya,
Cekibrooottt broo 😀😀👇👇👇👇
Mengajari Keledai Membaca
Dengan memakai metode pengajaran yang spesial, nyatanya Abu Nawas lumayan dapat menyulap seekor keledai yang dungu jadi pandai membaca. Walau keledai ini terus mempunyai kelemahan dibanding dengan manusia. Ada saja orang yang iri bakal kecerdikan Abu Nawas ini, terhitung beberapa pembesar kerajaan yang pingin jadi menteri yang paling disayangi Raja.
Disuatu hari seorang menteri kerajaan yang di pimpin oleh Harun al Rasyid tiba-tiba mempunyai pikiran jelek pada Abu Nawas. Rupanya ia iri jati pada perhatian Raja yang demikian terlalu berlebih pada Abu Nawas dari pada dirinya. Tidak ada karena, menteri itu berikan seekor keledai pada AbuNawas.
" Ajari keledai itu membaca. Dalam 2 minguu, datanglah kembali kemari serta kita tengok akhirnya, " kata menteri itu.
Abu Nawas menerimanya serta lalu pergi tiada banyak kata. Akan tetapi dalam hati ia tetap kuatirlumayan atas kemauan menteri itu.
" Apakah ini satu diantara tipu dayanya buat menghancurkan nama baikku? " bertanya Abu Nawas dalam hati.
Abu Nawas berupaya cuek saja serta dalam 2 minggu lalu ia kembali ke istana. Tiada banyak bicara, menteri mengajaknya menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid.
" Baginda, bakal saya perlihatkan siapa sesungguhnya diriku ini,
" kata menteri itu dengan lantang."
Hai menteri, ada apa dengan dirimu?
" bentak Raja Harun." Tenang Baginda, hari ini Baginda bakal tahu kecerdasan akal aku sesungguhnya mengungguli kecerdasan Abu Nawas, " ucap menteri."
Terlebih yang bakal di buat oleh menteri ini, " kata Abu Nawas dalam hati."
Baiklah, bila satu diantara dari kalian menang, maka ia memiliki hak memperoleh sekantung dinar ini,
namun untuk yang kalah ia bakal dihukum 3 bln. di penjara, " titah Sang Raja.
Tiada dapat megelak, Abu Nawas terpaksa menyanggupi permainan aneh itu. Tiba-tiba menteriitu menunjuk ke suatu buku besar.
" Cobalah tunjukkan bila keledai itu dapat membaca, tidakkah engkau cerds dalam semua hal?" kata menteri pada Abu Nawas.
Abu Nawas lalu menggiring keledainya ke buku itu serta buka sampulnya. Si keledai memandang buku itu serta selang beberapa saat mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus-terusan dibaliknya setiapa halaman hingga ke halaman paling akhir. Sesudah usai si keledai memandang Abu Nawas.
" Demikian, keledaiku dapat membaca, " kata Abu Nawas. Saat ini giliran si menteri itu menginterogasi.
" Bagaimana langkahmu mengajari dia membaca? "
tanyanya. Abu Nawas Memperoleh Hadiah Dinar" Sesampainya dirumah, saya siapkan lembaran-lembaran besar serupa buku serta saya sisipkan biji-biji gandum di dalamnya.
Keledai itu mesti belajar membalik-balik halaman buat dapat mengonsumsi biji-biji gandum itu, hingga ia terlatih benar buat membalik-balik halaman buku dengan benar. " jelas Abu Nawas." Namun tidakkah ia tak tahu apa yang dibacanya? " tukas si menteri."
Memanglah demikian langkah keledai membaca, dia cuma membalik-balik halaman tiada tahu berisi.
Bila kita membuka-buka buku tiada tahu berisi, kita dimaksud setolol keledai bukan? " jawab Abu Nawas. Jawab Abu Nawas ini memperoleh anggukan dari Baginda Raja. Raja tahu, sepintar-pintarnya hewan, tak lagi mampu jadi sesempurna manusia. Cuma manusia bodoh saja yg tidak amu memakai akalnya buat berpikir.
Pada akhirnya Abu Nawas memperoleh hadiah sekantung dinar, sedang menteri masuk penjara. Keledai ini langkah membaca buku unik. Dia cuma buka halaman untuk halaman saja, namun bila kita yang membaca dapat mengatakan huruf untuk huruf serta tahu berisi bila dimengerti benar.
Demikianlah Cerita Abu Nawas yang mengajari seekor keledai buat dapat membaca.
"Trimakasi sudah mampir ke blog saya" 🙏🙏
Cerita Abunawas adu ketangkasan
"Abu Nawas Adu Ketangkasan"
Disuatu hari yang cerah, Raja Harun Alrasyid dan pengikutnya meninggalkan istana buat berburu. Akan tetapi di dalam perjalanan, Abu jahil menyusul dengan terengah-engah diatas kudanya.
“Baginda, Baginda! Hamba akan mengusulkan suatu hal, ” tuturnya sesudah mendekat sang raja. “Apa usulmu itu, Abu jahil? ” bertanya Baginda Rajakeheranan.“Agar acara berburu ini menarik serta disaksikan banyak masyarakat, bagaimana bila kita sayembarakan saja? ” tutur Abu jahil dengan mimikserius.
Baginda terdiam sesaat serta mengangguk-angguk.“Hamba pingin beradu ketangkasan dengan Abu nawas, bagaimana Baginda?
Pemenangnya memperoleh sepundi duit emas. Namun bila kalah, hukumannya memandikan kuda-kuda istana, sepanjang sebulan,” papar Abu jahil memberikan keyakinan sang raja.“
Hei, hadiah saja yang kau pikirkan.
Lalu bagaimana langkahnya adu ketangkasan ini? ” sela Baginda agak geram.
Sesudah memberitahu idenya, Baginda setuju, maka di panggillah Abun awas oleh satu diantara punggawa. Abu nawas menghadap.
Ia juga di beri panduan panjang lebar oleh Baginda. Awal mulanya Abu nawas menampik lantaran ia paham seluruh ini akalbulus Abu jahil yang pingin singkirkan dirinya dari istana.
Namun Baginda memaksa serta Abunawas tak dapat mengelak.
Abu nawas juga memikirkan sesaat. Ia paham bila Abujahil saat ini diangkat jadi pejabat istana. Iapasti mengerahkan seluruh anak buahnya buat menyumbang seekor binatang buruannya di rimba kelak.
Akan tetapi lantaran kecerdikannya, Abu nawas jadi tersenyum riang.
Abu jahil yang lihat pergantian raut muka Abunawas jadi penasaran.
Batinnya berkata, tidak barangkali Abunawas menaklukkan dirinya saat ini.
Pada akhirnya Baginda menggiring mereka ke tengah alun-alun istana. Raja serta seluruh rakyat menanti, siapa yang akan memenangkan lomba berburu ini.
Terompet sinyal mulai adu ketangkasanjuga ditiup oleh Perdana Menteri. Abu jahil lekas meningkatkan kudanya secepatkilat menuju rimba belantara, di tepi istana. Anehnya, Abu nawas meningkatkan kudanya sedang-sedang saja, hingga diteriaki beberapa pemirsa.
Mendekati sore, terlihat kuda Abu jahil masuk pintu gerbang istana. Ia juga diteriaki beberapa pemirsa serta memperoleh tepuk tangan meriah sekali. Di segi kiri-kanan kudanya terlihat beberapa puluh hewan yang mati terpanah. Tidak cuma itu, kuda penambahan lumayan memanggul binatang buruan yang lain. Abu jahil dengan senyum bangga menunjukkan seluruh binatang buruannya di dalam lapangan.
“Aku, Abu jahil, memiliki hak memenangkan lomba ini. Tengok binatang buruanku banyak, tidak mungkin Abu nawas mengalahkanku!? ” teriaknya lantang.
Pemirsa di lebih kurang arena makin ramai bertepuk tangan.
Tak berapakah lama, terdengar nada kaki kudaAbu nawas. Seluruh orang menertawakan serta kembali meneriakinya. Namun, Abu nawas tak terlihat gusar.Ia jadi tersenyum serta melambaikan tangan.
“Tenang, tenang, rakyatku! Kita bakal tahu apa yang bakal dikerjakan Abu nawas. Serta kita lumayan akantahu, siapa pemenangnya saat ini, ” kata raja yang turut gusar lihat polah Abu nawas.
Baginda menyuruh dua orang punggawanya majuke tengah lapangan serta mengkalkulasi binatang buruan Abu jahil.
“Satu, dua, tiga, empat, lima…dua puluh, tiga puluh lima ekor kelinci, ditambah lima ekor rusa, serta dua babi rimba! ” teriak satu diantara punggawa.
“Kalau demikian akulah pemenangnya, karena Abu nawas tak membawa seekor binatang juga. Hahahaha, ” teriak Abu jahil lantang.“
Tenang, tenang.
Saya membawa beberapa ribu binatang. Jelaslah saya pemenangnya serta kau pemenangnya serta kau Abu jahil, silahkan memandikan kuda-kuda istana.
Berdasarkan aturan lomba, seluruh binatang bisa di tangkap, yang mutlak jumlahnya,
” kata Abu nawas sembari buka bambu kuning yang sudah di isi beberapa ribu semut merah. “
Sekarang cobalah kalkulasi ini, satu,dua, tiga, empat, seratus, duaratus, selebihnya tak perlu dihitung, ” ungkap Abu nawas.
Tiada banyak berkata, Abu jahil tidak sadarkan dirialias semaput dikarenakan lihat semut merah Abu nawas. Baginda tertawa terpingkal-pingkal serta segera berikan hadiahpada Abu nawas.
Kecerdikan serta ketulusan hati pasti dapat menaklukkan kelicikan!
Sekian dari saya, jgn bosan" berkunjung lgi ya 😀😀
Salam "Otaku" !!! 🙋🙋🙋














